Rabu, 16 Maret 2011

Aku dan Inginku Akan Mu

Aku yang selama ini kau kenal
Adalah bukan aku

Aku yang selalu marah
Sesungguhnya karena ku butuh perhatianmu
Bila ku berkata salah... Itu berarti benar
Bila ku bilang tidak... Itu adalah iya

Bila ku berlari ke jalanan, ku ingin kau mengejarku...
Bila ku menyuruhmu pergi, ku mau kau terus mencariku...

Ku tak ingin hanya menatapmu dari pantulan cermin atau gelas
Ku tak ingin hanya melihatmu melalui bayangan air di tepi danau
Ku ingin kau seperti kaca pelita yang selalu berada di sekitarku
Menjagaku dari hembusan angin yang akan memadamkan cahaya lilinku

Aku begitu... karena ku terlalu mencintaimu
Jangan pernah tinggalkan aku lagi...

Jumat, 11 Maret 2011

Menangis dalam Kejauhan

Air mataku jatuh
Nafasku tersengal
Begitu sedihnya
Begitu mengiba

Ku menangis dalam kejauhan
Begitu jauh karena tak seorangpun melihat
Tak ada satu pun yang tahu
Bahwa aku sedang menangis

Isakku semakin menjadi
Semakin keras dan teriak
Tapi ku begitu jauh
Sendiri... sepi... tak tergapai...

Selasa, 23 November 2010

Tuhan Mencintaiku Juga Mencintaimu Walau Kita Menyebutnya dengan Kata Yang Berbeda


Burung Garuda adalah lambang negara kita. Pada kedua kakinya terlihat mencengkram sebuah pita bertuliskan "Bhineka Tunggal Ika" yang artinya "Berbeda-beda tetapi Tetap Satu". Kalimat tersebut tentu saja mencerminkan keanekaragaman bangsa kita, baik itu keanekaragaman suku, budaya, adat, bahasa, ras, dan agama. Namun dalam keanekaragaman itu kita tetaplah satu negara yang mengakui "Ketuhanan Yang Maha Esa" seperti tertuang dalam sila pertama Pancasila.
Tuhan menciptakan keanekaragaman itu tanpa tujuan untuk menjadikan salah satu menjadi lebih baik dari yang lainnya. Tetapi ia menciptakan keanekaragaman untuk menjadi satu dalam "perdamaian" melalui satu kata yang selalu kita sebut "cinta". Tuhan menciptakan setiap manusia dengan hati pada dirinya untuk mampu merasakan cinta pada sesamanya. Namun bila manusia membatasi cinta karena alasan perbedaan, maka perdamaian takkan pernah tercipta. Jika cinta tak ada, maka kebencianlah yang akan terlahir, ketidakharmonisanpun tercipta.
Bila setiap insan sadar bahwa dalam setiap perbedaan ada sang pemimpin yang satu yang mengasihi semua ciptannya, maka takkan ada rasa menjadi lebih baik dari yang lainnya. Karena sesungguhnya Tuhan mencintaiku juga mencintaimu walau kita menyebutnya dengan kata yang berbeda, walau kita memujanya dengan cara yang tak sama.

Minggu, 24 Oktober 2010

Satu Hati untuk Satu Cinta

Satu hatiku...
Ku beri...
Hanya untuk yang terpilih...

Satu cintaku...
Ku serahkan...
Hanya untuk yang terbaik...

Kamu... kamu... kamu... dan kamu-kamu yang lain...
Semua sudah berlalu...
Tak ada yang terpilih...

Dia... dia... dia... dan dia-dia yang lain...
Hanya bagian dari masa lalu...
Bukan menjadi yang terbaik...

Karena yang terpilih hanya satu...
Karena yang terbaik tetap hanya satu...
Karena satu hati selalu untuk satu cinta...

Sabtu, 16 Oktober 2010

Perempuan, Pesona, dan Kelemahannya

Seindah-indahnya dunia ini, takkan lengkap bila tanpa adanya makhluk yang satu ini. Makhluk yang memang sengaja diciptakan Sang Pencipta untuk menambah keindahan dunia. Tetapi perempuan tidaklah hanya sekedar menjadi "makhluk penghias dunia", sebab di lain sisi dari kelemahlembutannya terdapat sebuah kekuatan untuk berjuang. Lihatlah beberapa pahlawan wanita kita seperti Ibu Kartini. Salah satu pejuang perempuan terbaik yang dimiliki bangsa kita.
Pesona seorang perempuan bukan hanya bisa menghanyutkan seorang pria tetapi juga menghanyutkan dunia . Namun demikian, perempuan tetaplah sosok yang lemah, bukan juga lemah secara fisik, tetapi juga lemah hatinya. Kelemahan hati itu terutama nampak ketika ia sedang jatuh cinta dan ketika ia tersakiti hatinya.
Suatu hari seorang gadis belia datang ke salah satu rumah di kompleks tempat tinggal kami. Dia mencari seorang pria yang sesungguhnya tak tinggal di situ, tetapi kami mengenal pria itu. Setelah mewawancarainya kami pun mengetahui bahwa ia masih kelas III SMK, masih sangat muda. Tetapi ia mati-matian mencari pria itu hanya sekadar untuk meminta kejelasan atas hubungan mereka, karena konon kekasih pria itu bukan hanya dirinya. Gadis itu terus saja menunggu dan tak mau pulang. Bila dipikir secara logika untuk apa dia harus sedemikian "ngototnya" hingga harus seperti itu. Dan semua itu adalah karena perempuan adalah sosok yang lemah hatinya.
Jika kita melihat contoh kasus tersebut, bisalah kita membayangkan betapa perempuan akan dengan mudahnya menjadi rapuh, depresi, dan frustasi hanya karena "cinta", karena tak mampu mengendalikan hati. Hati yang terlalu lemah dan bahkan me-nonrasionalkan pikirannya.

Senin, 06 September 2010

Kepergianku

Telah begitu banyak peristiwa
Telah begitu banyak kejadian
Ada suka, ada duka
Ada kebahagiaan, ada nestapa

Aku adalah seorang pemimpi
Yang ku inginkan hanya bahagia
Bahagia di antara orang yang bahagia
Bahagia di dalam tawa orang yang takkan menangis

Aku punya banyak mimpi
Mimpi yang indah untukku dan mereka yang ku kasihi
Mimpi yang tak terlalu mudah untuk ku capai
Mimpi yang membuatku harus berkorban

Dan kini...
Aku akan lari sedapat mungkin aku berlari
Aku akan menghilang sedapat mungkin aku menghilang
Untuk mengejar mimpi-mimpiku

Aku lari dari masa lalu
Aku menghilang dari yang pernah ada padaku
Dan mereka takkan melihatku lagi
Hingga ku kembali
Bersama mimpiku yang telah menyata
Dalam kepergianku...

Udara

Aku bernafas karena kamu
Aku bertahan karena kau ada
Aku bermimpi dan berharap
Karena kamu...

Setiap fikirku ada kamu
Setiap hayalku kamu hadir
Setiap inginku bersamamu
Untuk kamu...

Kau udara
Mengisi hidupku
Kau cahaya
Penerang jiwaku
Jangan pernah tinggalkan aku
Walau hanya sesaat saja
karena kau... Udaraku...